Waspada! Bahaya Nyamuk Anopheles

Pangkalpinang – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus berupaya mengeliminasi penyakit malaria. Hingga saat ini sudah tiga daerah dapat mengeliminasi penyakit ini di antaranya, Kabupaten Bangka, Belitung dan Kota Pangkalpinang. Sementara Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Barat, Bangka Selatan dan Belitung Timur masih menjadi kawasan endemi malaria.

Mulyono Susanto Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengimbau agar masyarakat selalu waspada, dan mengindari gigitan nyamuk. Salah satu caranya yakni, selalu mengenakan celana panjang dan baju berlengan panjang di daerah yang banyak terdapat nyamuk. Sedangkan jika tidur dianjurkan untuk menggunakan kelambu berinsektisida.

“Kelambu berinsektisida tidak berbahaya bagi manusia, namun nyamuk akan mati jika hinggap di kelambu tersebut. Nyamuk Anopheles adalah nyamuk penyebab penyakit malaria, dan biasa mengigit pada waktu malam hari dimulai dari jam enam sore hingga pagi hari,” jelasnya saat jumpa pers di Media Center Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (5/5/2014).

Selain itu, jelasnya, agar terhindar dari serangan penyakit malaria harus menjaga kebersihan dan kesehatan diri maupun lingkungan. Ada baiknya ventilasi rumah dipasang kawat kasa, sehingga nyamuk tidak masuk dengan mudah ke dalam rumah. Jika sudah terdapat gejala terserang penyakit malaria, segera berobat ke puskesmas dan minum obat malaria.

“Jangan minum obat malaria dari toko secara sembarangan, tapi minumlah obat malaria dari puskesmas dan rumah sakit,” tegasnya.

Beberapa gejala serangan penyakit malaria ringan di antaranya, demam menggigil secara berkala yang disertai sakit kepala, pucat karena kurang darah, badan terasa lemah, mual, muntah, tidak nafsu makan. Ia menambahkan, jika penyakit malaria menyerang anak-anak biasanya disertai diare. Sedangkan gejala malaria berat, penderita bisa kejang-kejang, kehilangan kesadaran, kuning pada mata, badan panas tinggi, kencing warna teh tua, nafas cepat, muntah terus, pingsan hingga koma.

Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus berupaya melakukan kegiatan dan penangganan mengatasi penyakit malaria. Langkah yang dilakukan seperti, kegiatan penemuan dan pengobatan terbaru malaria di unit pelayanan kesehatan, baik secara penemuan pasif pelayanan di pustu, puskesmas dan rumah sakit, maupun secara aktif dengan melakukan survei dan penelitian terkait penyakit malaria.

Tak hanya itu, sebab Dinas Kesehatan juga melakukan surveilans malaria berupa pencatatan pelaporan dan analisis kewaspadaan dini malaria. Selain itu jelasnya, melakukan pengendalian vektor malaria berupa pendistribusian kelambu berinsektisida  gratis kepada masyarakat, penyemprotan rumah di daerah malaria, larvaciding atau membunuh jentik nyamuk malaria menggunakan larvasida.

“Kita juga menyiapkan pemenuhan bahan laboratorium malaria, peningkatan kapasitas petugas program pengendalian malaria berupa pelatihan, pertemuan monitoring, evaluasi dan bimbingan teknis lapangan,” tandasnya.(adt/rf)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Adi Tri Saputra | Rizky
Fotografer: 
Adi Tri Saputra
Editor: 
Rizky

Berita

23/02/2021 | Dinas Kominfo
104,063 kali dilihat
15/08/2019 | DP3ACSKB
49,207 kali dilihat
17/12/2018 | Dinas Kominfo
37,963 kali dilihat
13/07/2017 | Dinas Kominfo
21,336 kali dilihat
24/08/2016 | Diskominfo Babel
20,197 kali dilihat
13/06/2013 | Dinas Kominfo
17,483 kali dilihat
05/10/2021 | Dinas Kominfo
17,441 kali dilihat
06/05/2015 | Dinas Kominfo
12,805 kali dilihat