Hadiri Milad Pesantren di Desa Mendo, Gubernur Erzaldi Beri Motivasi untuk Guru, Santri, dan Orang Tua

MENDO - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman didampingi Kepala Biro Kesra, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menghadiri 
Peringatan Haul Pondok Pesantren Salafiah Darul ‘Ulum Assidiqiah di Desa Mendo, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, Minggu (12/01). Dalam rangka Milad ke 9, pesantren ini mengangkat tema, "Dengan Semangat Menuntut Ilmu Agama, Kita Jadikan Desa Kita Desa Santri".

Santri di Pesantren ini berjumlah 120 orang, dengan ruang belajar, terdiri dari 4 lokal putra dan 5 lokal putri yang telah berdiri sejak tahun 2009 oleh Teuku Hamzah yang merupakan putra daerah Desa Mendo, alumni Pondok Pesantren Dayah Darul Ulum Tanah Merah, Provinsi Nangroh Aceh Darussalam dan Datuk Idris Assidiqih, pengasuh pondok pesantren yang merupakan alumni Pondok Pesantren Gontor Jawa Timur. 

Teuku Hamzah menyampaikan dalam sambutannya, negeri kita ini tegak dengan 4 (empat) perkara diantaranya adalah dengan ilmu para ulama, dengan adilnya pemimpin, dengan pemurahnya para pengusaha, dan dengan doa orang fakir. 
“Ini motivasi bagi kita semua agar dengan bekal ilmu agama mampu menjadi pemimpin yang baik,” ungkap guru besar pesantren ini. “Dan demikianlah aktivitas pondok ini berjalan,” tambahnya.

Pondok ini tidak dapat berjalan jika bukan karena dukungan pemerintah, para pengusaha, hingga masyarakat sekitar pesantren. Santri tidak dipungut biaya besar setiap bulannya. Bahkan, guru-guru mendidik santri dan memberi kajian dengan keikhlasan. 

“Dua tahun yang lalu saya pernah kesini dan tentunya kembali kesini karena ingin terus menjalin silahturahim,” ungkap Gubernur Erzaldi Rosman mengawali sambutannya. 

Gubernur Erzaldi Rosman begitu mengapresiasi aktivitas pembelajaran ilmu agama di Pondok Pesantren Salafiah Darul ‘Ulum Assidiqiah karena pesantren ini dijalankan dengan penuh keiklhasan. Akan tetapi, beliau berharap dengan keadaan ini tidak mengurangi semangat para santri dan guru, sebab tujuannya menjaga atau mendidik anak-anak kita menjadi saleh dan salihah untuk berjuang di jalan Allah. 

Lebih lanjut diingatkan kepada orang tua para santri, bahwa pendidikan anak usia nol hari hingga menikah tetap menjadi tanggung jawab orang tua. “Jangan sampai karena pesantren ini begitu meringankan tugas orang tua, para orang tua lupa kewajiban atas anak dan tidak ikut sumbangsih atas kemajuan pesantren ini,” tegasnya. 

Dalam kesempatan ini, Gubernur Erzaldi Rosman menyampaikan akan memberikan bantuan bibit cabai dan sayur-mayur dari Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kepada pihak pesantren untuk ditanam di lahan perkebunan milik pesantren, agar meningkatkan perekonomian pesantren. 
Selain itu, secara pribadi Gubernur Erzaldi Rosman juga memberikan tunjungan untuk para guru pengajar sebanyak 30 orang.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
nonadp
Fotografer: 
rafiq

Berita

23/02/2021 | Dinas Kominfo
104,065 kali dilihat
15/08/2019 | DP3ACSKB
49,211 kali dilihat
17/12/2018 | Dinas Kominfo
37,968 kali dilihat
13/07/2017 | Dinas Kominfo
21,342 kali dilihat
24/08/2016 | Diskominfo Babel
20,200 kali dilihat
13/06/2013 | Dinas Kominfo
17,490 kali dilihat
05/10/2021 | Dinas Kominfo
17,441 kali dilihat
06/05/2015 | Dinas Kominfo
12,806 kali dilihat