Cegah Korupsi di Sektor Ketahanan Pangan, Perwakilan BPKP Prov. Kep. Babel Gelar MPAK

TOBOALI - Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar Kegiatan Pengembangan Masyarakat Pembelajar Anti Korupsi (MPAK) Sektor Ketahanan Pangan dengan tema “Sinergi Mengawal Subsidi, Cegah Korupsi Sektor Ketahanan Pangan” di Saung Meeting Kelompok Tani Sinar Bone, Desa Rias Kecamatan Toboali Bangka Selatan pada Jumat 19 Mei 2023.

Komitmen mengedepankan sinergitas lintas  sektoral tampak jelas dalam kegiatan MPAK kali ini, di mana penyelenggaraan kegiatan melibatkan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kab. Basel, dan PT. Pupuk Indonesia serta dihadiri peserta dari instansi Pemerintah Daerah, pelaku tata kelola dari hulu hingga penerima manfaat di sisi hilir yang mewakili Dinas Pertanian Provinsi/Kabupaten; produsen, penyalur dan pengecer pupuk subisidi; Penyuluh Lapangan Pertanian; Gapoktan/Poktan, dan petani selaku penerima manfaat subsidi.

Kegiatan ini berfokus pada Pembelajaran Anti Korupsi atas Program Pemerintah di Sektor Ketahanan Pangan, yang diawali dengan sambutan dari:

1. Kepala Desa Rias : Muslim SPd.

2. Plt. Kadis Pertanian, Pangan dan Perikanan Kab. Basel : Risvandika SP

3. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi : Asdianto, SP, MT, kemudian disusul dengan sambutan dari Koordinator Pengawasan Bidang Investigasi Perwakilan BPKP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Miswan Nasution.

Dalam kesempatan tersebut Miswan Nasution menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan komitmen dan kesadaran berfikir, bersikap dan bertindak anti koruptif. Keseluruhan pihak harus memerankan diri sebagai _agent of change_ bagi penguatan budaya anti korupsi dalam seluruh sektor termasuk sektor ketahanan pangan khususnya atas bantuan dan subsidi pada sektor ini agar berhasil guna sesuai tujuannya serta memberi efek riak bagi pihak-pihak yang berkepentingan dan masyarakat luas untuk bersikap yang sama. 

Di samping itu labirin-labirin penghambat terjadinya komunikasi langsung yang lebih cepat dan efektif dalam mencegah potensi kecurangan dan hambatan pelaksanaan program/kegiatan, harus bisa diruntuhkan dengan mengefektifkan forum komunikasi dengan membentuk Komunitas Masyarakat Pembelajar Anti Korupsi (KomPAK) dan melakukan komunikasi serta pembelajaran berkelanjutan melalui WhatsApp Group sebagai salah satu sarana untuk diteruskembangkan sebagai _shortcut_ terhadap kebuntuan serta hambatan informasi dan komunikasi selama ini.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan dari PT Pupuk Indonesia dan dari Perwakilan BPKP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan materi antara lain, pengenalan jenis perbuatan koruptif, beberapa contoh dan modus korupsi dalam sektor ketahanan pangan, serta penyadaran dan pencegahan korupsi melalui program MPAK.

Pada akhir acara, seluruh peserta menandatangani “Komitmen Pencegahan Korupsi melalui Pengembangan Sistem Pengaduan dan Pengembangan Budaya Anti Korupsi” sebagai bentuk upaya dari para pihak untuk mencegah terjadinya korupsi di wilayahnya masing-masing.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Tim MPAK Perwakilan BPKP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Fotografer: 
Tim MPAK Perwakilan BPKP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Editor: 
Imelda

Berita

23/02/2021 | Dinas Kominfo
104,064 kali dilihat
15/08/2019 | DP3ACSKB
49,210 kali dilihat
17/12/2018 | Dinas Kominfo
37,967 kali dilihat
13/07/2017 | Dinas Kominfo
21,340 kali dilihat
24/08/2016 | Diskominfo Babel
20,199 kali dilihat
13/06/2013 | Dinas Kominfo
17,484 kali dilihat
05/10/2021 | Dinas Kominfo
17,441 kali dilihat
06/05/2015 | Dinas Kominfo
12,805 kali dilihat