PANGKALPINANG – Cerita Rakyat berjudul Asal Usul Kerantai dengan penulis Meilanto asal Kabupaten Bangka Tengah berhasil menjuarai Lomba Penulisan Cerita Rakyat Bangka Belitung tahun 2020 yang diselenggarakan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKPUS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).
Juara II dalam lomba yang berlangsung, Kamis (8/10/20) di Ruang Pertemuan DKPUS Babel Jalan Jenderal Sudirman, Kota Pangkalpinang jatuh ke tangan Supratman asal Bangka Selatan yang mengusung judul Asal Usul Kampung Gadung.
Juara III diraih Mahar Pramudya asal Belitung Timur berjudul Rangga Buge, Harapan I diberikan kepada Isnaini asal Pangkalpinang judul cerita Nyelanding, dan Harapan II direbut Woro Hapsari Candra Dewi asal Belitung Timur dengan judul cerita Nipah Berkurung.
Pemenang diberikan trofi, sertifikat, dan uang pembinaan yang diserahkan secara langsung oleh Kepala DKPUS Babel, Asyraf Suryadin dan dewan juri yang berasal dari budayawan di antaranya Akhmad Elvian.
Kepala DKPUS Babel, Asyraf Suryadin menyampaikan selamat kepada sang juara dan memberikan pesan bagi yang belum juara agar jangan berkecil hati dan patah semangat namun, jadikan ini sebagai motivasi untuk lebih giat lagi menulis, sehingga ke depan bisa meraih hasil yang lebih baik.
“Mudah-mudahan cerita-cerita rakyat yang telah dibuat melalui Lomba Penulisan Cerita Rakyat Bangka Belitung ini, bisa kami terbitkan dalam sebuah buku,” ujarnya.
Kepala DKPUS Babel, Asyraf Suryadin berpesan agar jangan berhenti menulis. “Kami akan buat komunikasi dengan para peserta Lomba Penulisan Cerita Rakyat Bangka Belitung ini. Nanti kami akan libatkan dalam kegiatan bedah buku dan workshop menulis yang akan digelar di DKPUS Babel,” ungkapnya.
Sebelumnya, Dewan Juri Lomba Penulisan Cerita Rakyat Bangka Belitung, Akhmad Elvian menekankan kepada peserta lomba yang diikuti masyarakat umum tersebut bahwa, kriteria cerita rakyat itu harus dipahami betul. “Cerita rakyat adalah cerita yang tumbuh dan berkembang di suatu wilayah,” jelasnya.
Beliau menyarankan kepada peserta lomba baik yang juara maupun yang belum juara untuk mengembangkan penulisan ceritanya, sehingga ada nilai ilmiah dan sastranya.
Selain menilai penulisan cerita, dewan juri juga melakukan penilaian melalui wawancara langsung dengan peserta lomba. Wawancara dilakukan untuk mengetahui keaslian.
Kegiatan tingkat provinsi tahun 2020 yang dilaksanakan selama satu hari itu, diikuti sebanyak 27 peserta, terdiri dari 24 peserta dari Pulau Bangka, 3 orang dari Pulau Belitung. Perlombaan ini dibuka oleh Kepala DKPUS Babel, Asyraf Suryadin.
Untuk peserta dari Pulau Belitung mengikuti lomba melalui virtual. Turut hadir dalam pembukaan di pagi hari tersebut, pejabat administrator di Lingkup DKPUS Babel, dewan juri, dan peserta lomba.
Kepala DKPUS Babel, Asyraf Suryadin dalam sambutannya mengatakan, lomba penulisan cerita rakyat tahun ini, jumlahnya lebih banyak jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
“Saya yakin peserta yang ikut lomba kali ini, sudah biasa menulis, dan memiliki kualifikasi yang baik. Teruslah berprestasi,” ujarnya.
Tulisan cerita para peserta ini, akan diteliti keasliannya oleh dewan juri yang merupakan budayawan Babel.
“Sebagai bentuk apresiasi, nantinya tulisan peserta akan dibukukan. Pada tahun- tahun sebelumnya, DKPUS sudah pernah membukukan hasil tulisan dari peserta lomba, dan kali ini, kami akan melakukan kembali hal tersebut," pungkasnya.
- 871 reads



